RSS

Pengertian Hukum dan Hukum Ekonomi


Kodifikasi Hukum
Kodifikasi hukum adalah pembukuan secara lengkap dan sistematis tentang hukum tertentu dalam kitab undang-undang.

Menurut bentuknya hukum dibagi menjadi :
  1. Hukum tertulis
    Hukum tertulis merupakan hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Contoh : hukum pidana
  2. Hukum tidak tertulis
    Hukum tidak tertulis merupakan hukum yang tumbuh secara turun menurun dalam masyarakat atau adat dan bisa juga dalam praktik ketatanegaraan atau dalam konversi. Contoh :
    hukum adat  seperti makan harus pakai tangan kanan
Definisi Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Karna kebutuhan manusia tidak terbatas dan sumber daya yang tersedia sangat terbatas, maka manusia perlu mempelajari ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang perlu dipelajari untuk membantu dalam menentukan pilihan-pilihan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena menentukan pilihan bukanlah hal yang mudah, sehingga manusia perlu belajar bagaimana menentukan pilihan. Sedangkan menurut M. Manulang Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran adalah suatu keadaaan dimana manusia dapat memenuhi kebutuhannya baik barang-barang maupun jasa.
            Mengapa Kita perlu mempelajari Ilmu Ekonomi? Ilmu ekonomi memiliki beberapa manfaat. Case dan Fair (1996) memberikan pandangan tentang manfaat dari mempelajari ilmu ekonomi, yaitu :
1.      Memperbaiki cara berfikir yang membantu dalam pengambilan keputusan
2.      Membantu memahami masyarakat
3.      Membantu memahami masalah-masalah internasional (global)
4.      Bermanfaat dalam membangun masyarakat demokrasi

Definisi Hukum Ekonomi
Hukum ekonomi menurut pendapat para ahli :

Sunaryanti Hartono Hukum ekonomi merupakan penjabaran hukum ekonomi pembangunan dan hukum ekonomi sosial, sehingga hukum ekonomi tersebut mempunyai dua aspek seperti berikut:
  1. Aspek pengaturan usaha-usaha pembangunan ekonomi, dalam arti peningkatan kehidupan ekonomi secara keseluruhan 
  2. Aspek pengaturan usaha-usaha pembagian hasil penmbangunan ekonomi secara merata di antara seluruh lapisan masyarakat, sehingga setiap warga negara Indonesia dapat menikmati hasil pembangunan ekonomi sesuai dengan sumbangannya kepada usaha pembanguan ekonomi tersebut.
·         Rochmat Soemitro
Sebagai keseluruhan norma yang dibuat oleh pemerintah atau penguasa sebagai satu personifikasi dari masyarakat yang mengatur kehidupan ekonomi di mana saling berhadapan kepentinngan masyarakat.


Sumber:
§  Rahardja, Prathama. 2010. Teori Ekonomi Mikro; Satuan Pengantar, edisi keempat. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
§  Suherman, Ade Maman. 2005. Aspek Hukum dalam Ekonomi Global, edisi revisi. Ciawi : Ghalia Indonesia.

Dulu Vs Sekarang


Perkembangan teknologi semakin canggih. Demikian juga dengan gaya hidup anak muda saat ini yang semakin dinamis. Jika zaman dulu anak muda sudah puas mengambil foto pentas seni di sekolah, namun anak muda saat ini melakukan berbagai aksi selfie dan mengunggahnya di media sosial. Nah, kali ini saya akan membahas mengenai perbedaan anak muda zaman dulu dengan anak muda zaman sekarang. Berikut pembahasannya :
1.      Bukannya berdoa malah foto makanan
Kalau di zaman dulu sebelum menyantap makanan kebiasaan yang dilakukab terlebih dahulu yaitu berdoa, namun pada zaman sekarang kebiasaan sebelum makan yaiutu memfoto makanan dan mengunggahnya ke berbagai jejaring sosial untuk memamerkannya.
2.      Game Online
Di zaman dulu semua permainan dimainkan bersama-sama permainan yang dimainkan pun merupakan permainan tradisional yang dapat mengasah kreatifitas anak-anak serta membantuk pertumbuhan serta membantu anak-anak dalam berinteraksi dengan sekitarnya seperti permainan petak umpet, kejar-kejaran, nenek gerandong, ular tangga, gasing (beyblade), ngerakit tamiya, gundu, bola, layangan dan lain sebagainya. Namun pada zaman sekarang ini permainan yang ada adalah game online, hal ini membuat anak-anak malas untuk bermain keluar rumah karna dengan pertumbuhan teknologi yang sangat pesat ini dan pengaruh gadget yang dapat diperoleh dengan mudah membuat para anak-anak di zaman sekarang malas untuk berpanas-panasan atau berinteraksi dengan sekitar. Karena hanya dengan bermodalkan gadget mereka bisa bermain sesuka hati, ditambah sekarang ini banyak fitur-fitur permainan yang dapat dengan mudah diakses digadget.
3.      Selfie alay
Zaman dulu foto digunakan untuk mengabadikan suatu moment atau hanya digunakan untuk berfoto bersama dalam suatu acara. Namun sekarang ini muncul istilah “Selfie”. Selfie merupakan foto dengan mengclose up wajah dengan gaya yang tidak lazim seperti memanyunkan bibir, menjulurkan lidah, tersenyum, memainkan mata dan lain sebagainya. Dan dimana pun dan kapan pun setiap anak muda zaman sekarang ini selalu berselfie tanpa melihat situasi dan kondisi, bahkan untuk mendapatkan selfie yang bagus mereka rela merusak fasilitas umum  ataupun membahayakan diri sendiri.
4.      Asik dengan Gadget
Zaman dulu saat berkumpul bersama teman-teman merupakan sebuah keasikan karena saat berkumpul kita bisa berbagi cerita, pengalaman, dan banyak canda tawa saat berkumpul atau bahkan hanya untuk melepas rindu karna lama tak berjumpa. Namun dizaman sekarang ini berkumpul hanyalah formalitas saja, karena saat berkumpulpun anak-anak zaman sekarang ini hanya dijadikan sebagai bahan pamer agar bisa di update diberbagai media sosial. Saat berkumpul pun tidak berkualitas karena mereka hanya sibuk dengan gadget yang mereka punya. Saya sering melihat banyak sekali anak muda zaman sekarang ini yang berkumpul namun hanya berdiam-diaman saja karena masing-masing sibuk membuka dan memainkan gadgetnya. Ada yang sibuk mempost foto-foto ke media sosial, ada yang sibuk update di media sosial sedang berada di sebuah tempat, ada pula yang asik mengobrol dengan lawan bicara melalui fitur chating yang sudah banyak tersedia. Hal ini membuat suasana saat berkumpul kurang berkesan dan tidak ada manfaat yang didapat.
5.      Kalimat-kalimat aneh
Zaman dulu setiap perkataan apa adanya dan tidak dibuat-buat, namun zaman sekarang ini banyak sekali kalimat-kalimat aneh yang sering di lontarkan oleh anak-anak muda. Seperti cius, miapa, binun, canci, cungguh, dan masih banyak lainnya. Kalimat-kalimat itu merupakan kalimat yang sering dilontarkan anak-anak muda zaman sekarang ini. Entah apa yang dipikirannya tapi menurut saya ucapan-ucapan tersebut sangat menggelikan. Padahal bicara biasa saja lebih enak didengar dari pada harus berbicara dengan logat yang sok imut-imut itu. Tapi apa boleh buat namanya juga perkembangan zaman.
6.      Anak SD zaman dulu Vs Zaman Sekarang
Anak-anak SD pada zaman dulu berpenampilan layaknya anak kecil dan pikirannya pun masih kekanak-kanakan, mereka lugu, lucu dan apa adanya. Yang mereka tau hanyalah bermain, belajar, menagis, bertengkar dengan teman sebayanya, dan mereka sopan santun. Berbeda sekali dengan anak-anak SD pada zaman sekarang ini. Pada zaman sekarang anak-anak SD berpenampilan layaknya orang dewasa beberapa diantara mereka berdandan saat berangkat kesekolah walaupun hanya memakai bedak, bahasa yang digunakan pun sering kali tidak sopan dan tidak pantas untuk diucapkan oleh anak seumuran mereka, beberapa diantara mereka pun  sudah mengenal cinta-cintaan dan pacar-pacaran, sekarang pun sudah banyak anak SD yang membawa HP ke sekolah, dan yang lebih parahnya lagi sempat ada berita mngenai anak SD yang berhubngan intim, hal ini sungguh memalukan. Dan orang tua pada zaman sekarang ini harus lebih ekstra keras mendidik anak-anaknya supaya tidak terjadi hal serupa.
7.      Pergi kesekolah
Zaman dulu kalau mau pergi kersekolah harus berjalan kaki, naik sepeda, naik angkutan umum atau diantar oleh orang tua. Namun dizaman sekarang ini kalua pergi kesekolah banyak yang membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil, mereka merasa malas jika harus berpanas-panasan naik kendaraan umum atau harus capek-capek jalan kaki kesekolah. Mereka ingin sesuatu yang instan dan modis. Jika kesekolah membawa kendaraan pribadai menurut kebanyakan anak muda zaman sekarang ini merupakan ajang untuk pamer kekayaan. Mereka akan memaerkan status ekonominya dari kendaraan yang mereka bawa. Padahal mobil atau motor yang dibawa tersebut milik orang tuanya bukan milik mereka. Seharusnya mereka malu memamerkan harta kekayaan milik orang tua. Namun budaya malu di zaman sekarang ini seperti sudah sirna.
8.      Cara Pandang dalam berpakaian
Di zaman dulu semua orang berpakaian sopan, busana yang digunakan tertutup dan masih banyak gadis-gadis yang menutup auratnya dan bahkan mereka merasa malu jika aurat mereka terlihat, dan dizaman dulu pakaian terbuka tidak lah sopan. Namun dizaman sekarang semua gadis dengan bangga memamerkan auratnya. Mereka tidak merasa malu ataupun risih menggunakana pakainan yang terbuka dan menjadi totonan oleh banyak orang, dan mereka malah mengucilkan orang-orang yang berpaikain tertutup. Mereka beranggapan bahwa pakaian tertutup itu ketingglaan mode, norak, gak hitz dan gak fishionable banget. Mereka lebih memilih menggunakan pakaian terbuka agar dibilang gaul dan hitz, padahal pakaian terbuka malah mengundang bahaya. Sekarang ini banyak sekali kasus pelecehan seksual bahkan kasus pemerkosaan, hal ini terjadi karena banyak gadis yang dengan sengaja memakai pakaian yang terbuka. Kalau sudah terjadi seperti itu mau bagaimana lagi? menyesal bukan?

Sumber : http://sauus.com/b/Beda-Anak-Muda-Zaman-Dulu-Dan-Zaman-Sekarang

Pengaruh Gedget Terhadap Perkembangan Anak


 
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sekarang teknologi telah berkembang kian pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di zaman yang modern ini. Salah satu contoh teknologi yang sangat popular adalah gadget. “Gadget merupakan sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi khusus.” (Osland,2013). “istilah gadget sebagai benda dengan karakteristik unik, memiliki sebuah unit dengan kinerja yang tinggi dan berhubungan dengan ukuran serta biaya” (Rayner, 1956)
 Setiap orang menggunakan gadget dengan teknologi yang modern seperti televisi, telepon genggam, laptop, komputer tablet, smart phone, dan lain-lain. Gadget ini dapat ditemui dimanapun, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Anak-anak kini telah menjadi konsumen aktif dimana banyak produk-produk elektronik dan gadget yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar mereka.
Dari faktor semakin banyaknya teknologi yang bersaing menyebabkan harga dari gadget semakin terjangkau. Yang dulunya gadget adalah sesuatu yang elit, akan tetapi sekarang sudah tidak lagi. Dilihat dari kenyataan sekarang, sudah menjadi hal yang biasa bahwa anak-anak SD saja memiliki gadget berupa smart phone taupun Hand phone sebagai bahan mainan mereka. Dahulu orang yang mampu membeli gadget hanyalah orang golongan menengah keatas, akan tetapi pada kenyataan sekarang orang tua berpenghasilan pas-pasan saja mampu membelikan gadget untuk anaknya.
Beberapa tahun yang lalu gadget hanya banyak di pakai oleh para pembisnis dari kalangan menangah ke atas. Alasan mereka menggunakan gadget adalah untuk memudahkan bisnis mereka. Namun pada zaman sekarang, gadget tidak hanya dipakai oleh para pembisnis saja, banyak para remaja bahkan anak-anak pun telah banyak menggunakan gadget. Alasan para remaja menggunakan gadget karena memiliki berbagi fungsi selain untuk berkomunikasi juga untuk berbagi, menghibur dengan audio, video, gambar, game, dan lain-lain.
Disadari atau tidak kebiasaan lingkungan terhadap anak usia dini akan membentuk perkembangan anak. Pada saat ini seiring berkembangnya teknologi, banyak sekali yang berpengaruh pada anak salah satunya adalah penggunaan gadget. gadget sangat mudah sekali menarik perhatian dan minat anak dan sudah menjadi hal yang biasa jika anak-anak saja sudah memakai gadget dalam kehidupan sehari-hari. gadget memiliki dampak positif dan negatif, Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi yang sangat maju di zaman sekarang ini.
Semakin canggih zaman maka semakin banyak gadget yang akan digunakan tentunya apalagi sekarang ini semakin banyaknya aplikasi canggih yang berkembang dan terus berkembang pesat maka semakin banyak pula orang yang ingin memilih dan menggunakannya untuk kebutuhan dalam mencari dan mendapatkan informasi yang dibutuhkannya setiap harinya.
Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan gadget di Indonesia pertumbuhannya cukup pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan gadget. Beberapa perusahaan gadget kini tengah berlomba-lomba untuk mengembangkan produk dengan keunggulan masing-masing. jadi bisa dipastikan beberapa tahun ke depan, teknologi gadget semakin trend.
Sekarang tidak hanya kalangan atas saja yang dapat memiliki tablet dan smartphone. Namun kalangan menengah juga sudah dapat memiliki sebuah tablet dan smartphone karena semakin bersaing nya di pasaran untuk membuat harga gadget semakin ekonomis. Karena itu banyak produk-produk baru yang menawarkan gadget dengan harga yang cukup murah. Karena itu lah sekarang orang dengan mudah untuk memiliki sebuah gadget. Tak heran juga permainan yang dimainkan anak zaman sekarang berbeda dengan dulunya. Hal ini sangat berdapak buruk bagi pertumbuhan anak, seperti :
1.      Turunnya Konsentrasi 
Dengan adanya gadget (Smartphone), konsentrasi anak saat belajar mengalami penurunan. Konsentrasi-nya menjadi lebih singkat dan anak tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Anak lebih sering ber-imajinasi mengenai tokoh game yang sering dimainkan pada Gadget nya.
2.      Malas Membaca Dan Menulis
Gadget membuat anak sangat malas membaca dan menulis. Dengan gambar-gambar menarik yang disuguhkan gadget membuat anak malas membaca. Karena membaca itu sesuatu hal yang membosankan, sehingga anak lebih memilih gadget. Selain itu dengan perkembangannya teknologi, membuat aktivitas menulis anak menggunakan gadget. Ini mempengaruhi keterampilan menulis bagi anak, sehingga koordinasi motorik nya jadi kurang bagus. dan tulisan tangan menjadi jelek-jelek.
3.      Memberi Efek Candu
Saat bangun tidur yang dilihat pertama kali adalah gadget. Saat makan dan kemana pun, tidak pernah lepas dari adanya sebuah gadget. Jika Smartphone tersebut tertinggal, anak rela pulang kerumah untuk mengambil belahan jiwanya. ini merupakan efek candu dari adanya gadget. Saking asik nya, menjadi adiktif sekali. sehingga bila tidak ada gadget, anak-anak merasa gelisah.
4.      Sarana Berbuat Curang
Dalam menjawab soal ulangan, adanya gadget menjadi sarana berbuat curang. Dari mencari jawaban melalui Browser, contekan, di catatan, contekan di galeri poto, atau meminta jawaban dari teman sekelas melalui pesan teks dan multimedia.
5.      Mempengaruhi Kemampuan Menganalisa Masalah 
Saat pelajaran matematika, anak yang telah mengenal gadget langsung sigap untuk mengeluarkan gadgetnya dan menjalankan aplikasi kalkulator. Ini merupakan hal yang buruk dalam perkembangan nalar dan logika, karena anak tersebut tidak percaya dengan pikirannya. Kemampuan analisa tidak dilatih secara mendalam. Dengan gadget, anak cenderung berpikir secara dangkal. Akhirnya kemampuan analisis menjadi lemah dan tidak dapat menganalisis suatu masalah.
6.      Menurunnya Kemampuan Bersosialisasi 
Menurutnya kemampuan bersosialisasi merupakan dampak buruk dari adanya gadget. Anak menjadi acuh dengan lingkungan sekitar dan tidak paham dengan etika bersosialisasi. sehingga rasa sosialisasi antar sesama memudar dan jarang ber-tegur sapa. Imbas bila mengkonsumsi gadget secara berlebihan, mempengaruhi kemampuan psiko-sosial anak. Psiko-sosial anak menjadi rendah dan akhirnya tidak peduli dengan lingkungan sekitar lagi.
7.      Mempengaruhi Gaya Hidup
Gadget juga bisa mempengaruhi gaya hidup anak menjadi egois dan berbudaya pamer ke teman sejawat nya. Sifat ini seharusnya tidak dipunyai oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Gadget juga dapat mempengaruhi tingkat konsumtif dan konsumerisme anak. Karena anak terbiasa belum dapat memilih informasi secara benar.
8.      Menghambat Perkembangan
Penggunaan gadget akan membuat batasan gerak ana, yang mengakibatkan perkembangan anak terhambat. Anak yang menggunakan gadget secara berlebihan akan berdampak buruk pada prestasi akademik nya. Pengawasan dan penggunaan terhadap gadget harus ektra. Jika tidak diawasi orang tua, bukan menambah perkembangan sang anak menjadi baik, malah prestasi anak menjadi menurun.
9.      Malas Melakukan Banyak hal
Gadget banyak pengaruhnya.Saat menggunakan gadget, anak cenderung tidak melakukan gerak badan. sensor motorik yang tidak digunakan, bisa saja mengakibatkan obesitas. Akibatnya, sensor motorik tidak digunakan oleh anak sejak kecil, bukan hanya keterampilan menulis saja yang menurun, tetapi akan membuahkan penyakit akibat tidak melakukan gerak motorik pada badan.
10.  Gangguan Tidur
Gangguan tidur bisa dialami anak-anak, jika menggunakan gadget secara berlebihan.Jika anak mengalami gangguan tidur, maka akan berdampak pada prestasi belajar mereka. Anak cenderung tidak langsung tidur, bila gadget masih ada di genggaman. Akhirnya anak bangun siang dan tidak dapat konsentrasi di sekolah.
11.  Penyakit Mental
Penggunaan gadget secara tidak teratur menyebabkan peningkatan laju kecemasan anak, depresi, autisme, gangguan perhatian, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku pada anak. Jika gadget dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan stres pada anak. Biasanya anak stres akibat tidak dapat memenangkan permainan di gadget nya, sehingga sering mengganggu kondisi mentalnya.
12.  Agresif 
Konten kekerasan dalam gadget, dapat menstimulus anak untuk melakukan hal apa yang dilihatnya. Dampak buruk jangka panjang pada anak yang mengkonsumsi gadget, menjadi lebih agresif dari anak biasanya.
Tips Cara Menanggulangi Dampak Negatif Gadget Bagi Psikologi Anak
1.      Komunikasi Efektif.
Orang tua juga harus menjadi pendengar bagi anak-anaknya, tidak hanya bicara saja, mendengar kritik dan saran dari anak-anak mengenal kelemahan orang tua. Kalau komunikasi efektif apapun juga bisa dilawan, apakah gadget, apakah Smartphone , apakah narkobar, apakah pergaulan bebas, atau bullying, dan sebagainya.
2.      Tidak Ada Kekerasan
Orangtua harus bisa menyampaikan pesannya di pesan yang netral, yang tidak disertai emosi. Jika orangtua dapat mengkaji nilai pesan dengan sangat baik, maka anak akan menerima pesan tersebut tanpa emosi.
3.      Gunakan Teknik Win-Win Solution
Semua permasalahan harus diselesaikan dengan win-win solution, Tidak ada orang tua yang harus menang dan anak yang harus kalah. atau sebaliknya, anak yang harus menang orang tua yang harus kalah. Dengan teknik ini membuat tidak ada yang dirugikan.
4.      Mengubah Lingkungan
Mengubah lingkungan maksudnya ada saatnya waktu untuk memegang gadget, ada saatnya waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan semua gadget ditinggal. Dengan adanya kultur seperti ini sejak dini, membuat anak terbiasa dengan hal tersebut.
5.       Koreksi Diri Orangtua

Orangtua harus berani mengubah dirinya sendiri, jika selama ini ada yang salah. Jika selama ini egois, selama ini mau menang sendiri terhadap anak, otoriter, itu harus berani diubah untuk kepentingan bersama.

Sumber : http://pulsasolusi.com/dampak-negatif-gadget-bagi-psikologi-anak/