RSS

Suaraku untuk Indonesia


Masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami masalah yang bertibi-tubi. Selain karna musim kemarau yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan beberapa daerah mengalami gagal panen dan masalah kabut asap, saat ini Indonesia juga sedang mengalami kerisis ekonomi. Melemahnya rupiah terhadap dolar saat ini sudah mencapai angka Rp 15.000, hal ini membuat harga-harga bahan pokok pun melonjak. Jika harga kebutuhan pokok saja mengalami kenaikan terus menerus lalu bagaimana nasib masyarakat yang kurang mampu? yang sebelum kenaikan harga saja mereka sudah susah untuk membeli kebutuhan pokoknya, jangankan untuk membeli lauk sebagai teman makan untuk membeli sesuap nasi saja mereka sudah kesulitan. Ditambah dengan harga yang terus meningkat, lalu mereka mau makan apa?
Selain itu karna kenaikan harga, banyak juga perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karna alasannya untuk mengurangi biaya produksi. Akibatnya pengangguran di Indonesia bertambah banyak, sebelum rupiah melemah seperti saat ini tingkat pengangguran di Indonesia saja sudah tinggi ditambah dengan dengan masalah yang ada saat ini maka tingkat pengangguran di Indonesia akan semakin besar. Lalu bagaimana nasib bangsa kita dimasa mendatang? Apa kita akan terus menerus seperti ini? Banyak kok negara tetangga yang pernah mengalami hal serupa namun karna mereka memiliki keyakinan dan tekad akhirnya mereka bisa bangkit dari keterpurukannya. Lalu Indonesia kapan?
Ini baru masalah karna kelemahan rupiah ya, lalu bagaimana jika nanti sudah ada pasar bebas? Dimana negara-negara tetangga akan leluasa keluar masuk Indonesia dan bekerja di Indonesia, kalau dibandingkan dengan negara lain masyarakat kita masih kurang pembekalan diri. Contohnya, dari segi bahasa hanya beberapa masyarakat saja yang mahir berbahasa asing seperti bahasa inggris. Saat pasar bebas nanti kan kita akan berkomunikasi dengan bahasa asing. Lalu nasib masyarakat yang tidak mampu menggunkan bahasa asing bagaimana? Apakah ada perusahaan yang mau menampung masyarakat yang memiliki keterbatasan bahasa? Apakah mereka akan terus menganggur? Lalu bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya jika mereka tidak bekerja?
Banyak masyarakat pedesaan yang belum menguasai bahasa asing jangankan masyarakat pedesaan, masyarakat yang tinggal di Ibu kota pun banyak kok yang belum mahir berbahasa asing, lantas apa kita siap untuk menghadapi pasar bebas? Tapi siap tidak siap, mau tidak mau kita harus tetap menghadapi pasar bebas tersebut. Inilah tantangan pemerintah untuk menyiapkan masyarakat agar mampu menghadapi pasar bebas. Tapi kalau hanya pemerintah yang terus berusaha namun masyarakatnya tidak ikut serta membatu bagaimana bisa kita terbebas dari terpurukan ini? Jadi ayo lah sama-sama kita bangkit dan menuntaskan masalah dinegri kita ini. Paksakan diri kita untuk terus maju dan berfikir untuk membuat usaha yang mampu meningkatkan perekonomian kita. Serta mempersiapkan diri agar mampu bersaing saat pasar bebas nanti.
Jika pemeritah tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk menampung seluruh masyarakat Indonesia, kenapa tidak kita sendiri saja yang membuatnya? Dengan begitu kita dapat mengurangi sedikit beban pemerintah dan kita juga mampu menekan tingkat pengangguran bukan? Jadi mulai saat ini ayo dong kita paksakan diri kita untuk terus berfikir dan menciptakan suatu usaha yang mampu menghasilkan lapangan kerja untuk banyak orang , jangan malas terus kalau kita terus-terusan malas untuk berfikir kita gak akan maju-maju. saat ini bukan saatnya kita berfikir untuk kerja di perusahaan terbaik tapi menurut saya saat ini saatnya bagaimana kita mampu menjadi pengusaha.
Sekarang banyak mahasiswa yang terlalu terobsesi jika lulus nanti ia ingin bekerja di perusahaan ternama begitu pula dengan saya. Namun setelah saya fikirkan lagi  mau sehebat apapun perusahaan tersebut kita hanya sebagai bawahan tapi jika kita menciptakan sebuah perusahaan, mau sekecil apapun itu kita adalah pengusaha. Selain itu kita juga mampu loh menciptakan lapangan kerja baru apabila usaha kita dapat berkembang lapangan pekerjaan yang tersedia pun akan semakin banyak. Jadi selain kita memperoleh keuntungan dari usaha tersebut kita juga mampu membantu perekonomian orang-orang disekeliling kita, dan itu adalah perbuatan yang mulia menurut saya.
Selain itu, menurut saya pemerintah juga harus lebih memperhatikan pengusaha-pengusaha menengah ke bawah agar mereka dapat lebih berkembang dan pemerintah juga harus membuat terobosan-terobosan baru untuk membantu pengusaha menengah kebawah agar dapat bersaing di era pasar bebas. Karna sekarang ini banyak sekali pengusaha-pengusaha yang sebenarnya mempunyai potensi yang besar namun terhambat karna masalah modal dan soal perizinan yang sebenarnya bisa di bantu oleh pemerintah jika saja pemerintah mempunyai niat serius untuk memperhatikan pengusaha pengusaha kecil di negeri ini saya yakin mereka dapat lebih bersaing di era pasar bebas nanti dan mereka juga dapat membantu pemerintah maupun masyarakat untuk memberikan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat indonesia bisa tetap mendapat pekerjaan dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang mereka miliki di banding masyarakat asing.
Dan jika terus seperti itu saya sangat yakin , perekonomian di masyarakat akan lebih membaik dan tingkat pengangguran juga akan dapat ditekan. Dan saya juga sangat yakin jika tingkat pengangguran menuurun maka tingkat kejahatan di negri ini juga akan ikut menurun, mengingat saat ini banyak sekali kejahatan yang terjadi karna faktor kebutuhan ekonomi. Seiring lebih membaiknya perekonomian masyarakat di negri ini, sehingga negri ini juga bisa lebih aman dan tentram.
Intinya si sekarang kita harus menumbuhkan rasa untuk ingin maju didalam diri kita dulu aja, jadi apabila kita sudah memiliki rasa seperti itu saya yakin pasti nanti akan terlintas ide-ide hebat disana. Sebenarnya masyarakat sekarang hanya malas untuk berfikir saja. Padahal saat ini kan teknologi sudah canggih ya, seharusnya kita mampu memanfaatkan situasi seperti saat ini untuk berwirausaha. Dengan teknologi kan kita mampu mempromosikan barang atau jasa yang ingin kita jual. Udah lagi dapat membantu kita dalam menghemat biaya promosi juga kan? Dan sekarang juga sudah banyak kok aplikasi-aplikasi online shop yang mampu membantu kita memasarkan barang dan jasa kita. Jadi kita udah ga perlu ragu lagi untuk memulai berwirausaha.
Ya kalau semua masyarakat Indonesia memiliki pemikiran untuk terus maju dan berkembang pasti deh kita akan terbebas dari masalah ekonomi. Belakangan ini kan masalah terberat kita mengenai perekonomian, akibat dari perekonomian banyak kejahatan yang berlatar belakang karna kebutuhan ekonomi. Jadi saat ini yang terpenting adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)nya dulu, semakin kita melatih keterampilan semakin besar pula peluang yang bisa kita peroleh. Zaman sekarang kan apapun bisa kita jual asalkan kita punya keahlian dan kreativitas. Kalau masalah Sumber Daya Alam (SDM) dinegara kita udah ga perlu ditanya lagi deh. Karna apapun sudah ada disini tinggal bangaimana kita mampu mengolahnya sendiri aja. Dan jangan mau terus-terusan dibodohi oleh negara lain yang terus menerus mengambil kekayaan kita.
Indonesia tuh sebenernya kaya, malah kaya banget nget nget tapi ya karna Sumber Daya Manusia (SDM)nya aja yang terbatas jadi kita gampang dibodohi. Andai aja kita mampu mengelolah Sumber Daya Alam (SDM) kita sendiri pasti saat ini kita sudah menjadi negara maju seperti Singapura, Korea, Inggris, Amerika, dsb. Jadi untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi kita selanjutnya harus mau belajar, pemerintah kan juga udah menyediakan program wajib belajar 12 tahun tuh. Nah gunakan fasilitas yang diberi pemerintah dengan sebaik-baiknya.

Andai Aku jadi Menteri Koperasi


Pendahuluan
Koperasi adalah suatu badan usaha yang berbadan hukum dan berlandaskan asas kekeluargaan dan juga asas demokrasi ekonomi serta terdiri dari beberapa anggota didalamnya. Koperasi merupakan salah satu kegiatan organisasi ekonomi yang bekerja dalam bidang gerakan potensi sumber daya yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Sumber daya ekonomi yang ada dalam koperasi terbatas sehingga lebih mengutamakan kesejahteraan dan kemajuan anggotanya terlebih dahulu. Agar suatu koperasi bisa berjalan lancar, koperasi harus bisa bekerja secara efesien dan mengikuti adanya prinsip dan kaidah ekonomi yang ada.
Sebagaimana yang tertuang dalam pasal 3 UU No. 25/1992 Tentang Perkoperasian, tujuan dari koperasi yaitu memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan koperasi adalah :
1.      Memajukan kesejahteraan anggota koperasi
2.      Memajukan kesejahteraan masyarakat
3.      Membangun tatanan perekonomian nasional
Landasan koperasi
Sebagai tulang punggung perekonomian rakyat, koperasi dianggap perlu (urgent) untuk dibentuk. Maka muncullah landasan-landasan yang patut dipertimbangkan untuk membuat koperasi. Ada banyak landasan yang menjadi pijakan untuk pendirian koperasi. Dan dibawah ini ada beberapa landasan koperasi, diantaranya:
1.      Landasan Idiil                         = Pancasila
2.      Landasan Operasiona              = UU No. 25 Tahun 1992
3.      Landasan Mental                    = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
4.      Landasan Struktur & Gerak    = UUD 1945 Pasal 33 ayat 1


“Andai saya jadi Menteri Koperasi”
Dalam artikel ini saya akan membahas mengenai hal-hal apa saja yang akan saya lakukan jika saya menjadi Menetri Koperasi. Menjadi seorang Menteri memanglah tidak mudah terlebih lagi menjadi Menteri Koperasi, karena setiap detail masalah harus diteliti secara rinci maka dari itu harus diperlukan keahlian yang khusus serta memiliki sifat kepemimpinan, jujur dan mampu mementingkan kepentingan orang banyak. Namun sebelum saya membahas judul dari artikel ini alangkah lebih baik kita mengenal apa itu Koperasi.
Mungkin beberapa diantara kita sudah tidak asing dengan kata Koperasi, namun apakah pengertian yang sebenarnya dari Koperasi tersebut dan apa tujuannya? Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan dan juga asas demokrasi ekonomi. Dan tujuan utama dari koperasi adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.
Sekarang kita sudah mengetahui pengertian dan tujuan dari Koperasi, selanjutnya apabila ada yang bertanya kepada saya “jika anda menjadi Menteri Koperasi hal apa saja yang akan anda lakukan?” maka saya akan menjawab, jika saya menjadi Menteri Koperasi hal pertama yang akan saya lakukan adalah mengembalikan Koperasi Indonesia seperti dulu lagi. Tahun dami tahun telah berlalu, namun Koperasi Indonesia tidak ada perubahan yang signifikan malah kondisinya semakin terpuruk, mungkin ini karena Menteri-menteri sebelumnya hanya mengucap janji namun tidak merealisasikan janji-janji tersebut. Saat mereka sudah mencapai apa yang mereka inginkan mereka lupa akan janji, tugas serta tanggung jawabnya yang harus mereka jalankan. Bahkan ada beberapa Menteri yang terlalu asik dengan jabatan dan kedudukannya sehingga mereka terlena dan akhirnya terbawa nafsu setan untuk memakan uang rakyat atau korupsi.
Bagaimana Koperasi di Indonesia bisa maju apabila Menteri-menterinya korupsi terus-menerus? Padahal untuk menjadi seorang pemimpin harus dapat berkata jujur dengan apa yang dilakukannya dan dapat memegang amanah yang dititipkan oleh rakyat. Oleh karena itu jika saya menjadi Menteri Koperasi setiap hal yang akan saya lakukan untuk mensejahterakan rakyat akan saya lakukan dengan jujur, terbuka, transparan, ikhlas dan tanpa meminta sanjungan dari rakyat namun rakyat dapat merasakan kemajuan dari Koperasi di Indonesia saat dibawah kepemimpinan saya. Selain itu rakyat juga dapat memantau pekerjaan yang telah saya lakukan karna saya akan terbuka terhadap rakyat, hal ini saya lakukan agar rakyat tidak merasa tertipu dan percaya terhadap pemerintahan.
Karena masalah koperasi di Indonesia tidak jauh dari masalah kurangnya biaya, maka hal kedua yang akan saya lakukan sebagai Menteri Koperasi yaitu memberikan suntikan dana kepada koperasi-koperasi yang sudah ada, tujuannya agar mereka bisa memperbaiki pelayanan dan fasilitas yang selama ini mungkin masih kurang memuaskan dan jauh dari kata sempurna. Sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa di tingkatkan dan tidak ada lagi keluhan-keluhan mengenai pelayanan yang kurang memuaskan, selain itu koperasi yang sudah ada bisa berjalan lebih baik lagi di banding tahun-tahun sebelumnya.
Selain meningkatkan pelayanan dan fasilitas saya juga akan mendirikan badan pengawasan koperasi di tiap-tiap daerah agar koperasi tersebut bisa berjalan dengan baik dan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang sudah sering terjadi saat ini. Selain itu data-data yang di miliki badan pengawasan koperasi tersebut akan menjadi acuan bagi saya (mentri koperasi) untuk merubah dan memperbaiki aturan-aturan atau kebijakan yang sudah ada agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan saya akan menindak secara tegas para anggota ataupun badan yang menyipang dari peraturan yang sudah tertera.
Pelanggaran tersebut akan saya kenakan sanksi berupa teguran dan pemberhentian sebagai anggota koperasi maupun badan yang bersangkutan. Karena menurut saya koperasi di Indonesia kurang di kelola dengan baik sehingga manfaat dari koperasi tersebut tidak di rasakan secara maksimal oleh masyarakat. Maka dari itu saya akan membenahi segala peraturan yang sudah dibuat dan mempertegas sanksi yang akan saya berikan. Agar tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi didalam Koperasi Indonesia.
Selanjutnya hal ke tiga yang akan saya lakukan yaitu menumbuhkan minat generasi muda agar mau ikut serta dalam memajukan Koperasi di Indonesia dan menumbuhkan minat agar mau menjadi anggota koperasi. Apabila generasi muda saja acuh dan tidak memiliki minat untuk ikut andil dalam memajukan Koperasi di Indonesia maka beberapa tahun kedepan Koperasi di Indonesia akan semakin terpuruk dan akan mati karena tidak ada generasi penerusnya. Jadi peran generasi muda sangat berpengaruh juga demi kemajuan Koperasi di Indonesia.
Selain menumbuhkan minat generasi muda saya juga akan memberikan bimbingan secara gratis kepada para pemuda yang ingin menjadi anggota Koperasi agar memiliki bekal yang cukup dan dalam bimbingan tersebut saya akan menerapkan pendidikan agama yang kuat serta pematuhan terhadap peraturan yang berlaku agar para pemuda memiliki ketaatan serta kejujuran agar tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang kita takuti. Karena menurut saya penyimpangan-penyimpangan yang sering terjadi di negeri kita ini karena kurangnya pendidikan Agama, sehingga mereka tidak takut untuk berbuat korupsi dan melalikan tugas serta tanggung jawabnya. Jadi dalam bimbingan tersebut saya akan lebih tegas dalam penanaman nilai-nilai agama pada para calon anggota koperasi yang baru. Dan tak lupa saya akan membekalkan para calon anggota dengan keterampilan, dengan bekal tersebut mereka dapat menciptakan barang dagang yang mampu dijual untuk menambah kas Koperasi.
Karna jaman sekarang ini sudah serba teknologi, jadi untuk memasarkan atau mempromosikan barang yang dihasilkan untuk dijual di Koperasi tidaklah sulit. Sekarang banyak sekali media sosial yang dapat membantu kita dalam memasarkan Koperasi maupun produk yang dihasilkan dan mampu menjadi jembatan antara masyarakat. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengenal dan mengetahui Koperasi tersebut, serta dapat mengetahui jasa dan barang apa saja yang di tawarkan didalam Koperasi tersebut. Selain itu koperasi juga dapat membantu para usaha kecil menengah untuk bekerja sama memproduksi produk-produk “home made” yang tentunya berkualiatas dan dengan harga terjangkau.
Ketika ketiga hal tersebut dilakukan saya yakin Koperasi Indonesia akan maju secara perlahan, karna setiap proses yang dijalankan didasari dengan kepercayaan dan kejujuran. Percayalah kerjasama yang didasari dengan kepercayaan dan kejujuran akan membawa kita pada Koperasi di era yang baru. Dan pastinya kementrian akan menjadi pengawal keuangan negara yang sempurna. Saya harap Koperasi dapat lebih baik lagi dari sebelumnya, lebih baik dalam arti kinerjanya. Serta bisa menghidupkan, memajukan dan menjalankan tujuan-tujuan yang telah dibuat. Dapat bersaing dengan badan usaha lainnya yang kini hampir meredupkan nama koperasi, serta dapat terus berkembang tidak seperti sekarang ini yang hanya berdiam diri ditempat bahkan berjalan mundur.
Semoga Menteri-menteri Koperasi yang akan datang akan jauh lebih baik dari sebelumnya dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mampu memajukan Koperasi kearah yang jauh lebih baik lagi. Saya harap menteri-menteri koperasi yang baru juga dapat membenahi segala permasalahan yang terjadi di Indonesia yang bersangkutan dengan Koperasi.

Sumber :

Perekonomian Indonesia_softskill


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah atau Negara Indonesia adalah kemiskinan, dewasa ini pemerintah belum mampu menghadapi atau menyelesaikan permasalahan tersebut, padahal setiap mereka yang memimpin Negara Indonesia selalu membawa kemiskinan sebagai misi utama mereka disamping misi-misi yang lain.
Remi dan Tjiptoherijanto (2002:1), mengatakan bahwa upaya menurunkan tingkat kemiskinan telah dimulai awal tahun 1970-an diantaranya melalui program Bimbingan Masyarakat (Bimas) dan Bantuan Desa (Bandes). Tetapi upaya tersebut mengalami tahapan jenuh pada pertengahan tahun 1980-an, yang juga berarti upaya penurunan kemiskinan di tahun 1970-an tidak maksimal, sehingga jumlah orang miskin pada awal 1990-an kembali naik. Disamping itu kecenderungan ketidakmerataan pendapatan melebar yang mencakup antar sector, antar kelompok, dan ketidakmerataan antar wilayah.
Kondisi kemiskinan Indonesia semakin parah akibat krisis ekonomi pada tahun 1998. Namun ketika pertumbuhan ekonomi yang sempat menurun akibat krisis dapat teratasi dan dapat dipulihkan, kemiskinan tetap saja sulit untuk ditanggulangi. Pada tahun 1999, 27% dari total penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebanyak 33,9% penduduk desa dan 16,4% penduduk kota adalah orang miskin. Krisnamurthi dalam Nyayu Neti Arianti, dkk, (2004:3)
Salah satu persyaratan keberhasilan pengentasan kemiskinan adalah dengan cara mengidentifikasi kelompok sasaran dan wilayah sasaran dengan tepat. Program pengentasan dan pemulihan nasib orang miskin tergantung dari langkah awal yaitu ketetapan mengidentifikasi siapa yang dikatakan miskin dan dimana dia berada. Aspek dimana “si miskin” dapat di telusuri melalui si miskin itu sendiri serta melalui pendekatan-pendekatan profil wilayah atau karakter geografis.
Permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional, oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan dilaksanakan secara terpadu.
Dalam upaya penanggulangan kemiskinan ada dua strategi utama yang harus ditempuh oleh pemerintah. Pertama, melindungi keluarga dan kelompok masyarakat miskin melalui pemenuhan kebutuhan pokok mereka. Kedua, memberdayakan mereka agar mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha dan mencegah terjadinya kemiskinan baru.
Kemiskinan terjadi karena kemampuan masyarakat pelaku ekonomi tidak sama, sehingga terdapat masyarakat yang tidak dapat ikut serta dalam proses pembangunan atau menikmati hasil-hasil pembangunan. Soegijoko, (1997:137). Dengan kata lain yang kaya semakin kaya yang miskin semakin menderita.

B.     Rumusan Masalah
1.      Indikator Kesenjangan dan Indikator Kemiskinan
2.      Macam-macam Kemiskinan
3.      Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan
4.      Kebijakan Anti Kemiskinan

C.     Tujuan Masalah
1.      Dapat Memahami Apa Saja Indikator Kesenjangan Dan Kemiskinan
2.      Dapat Mengetahui Dan Memahami Macam-Macam Kemiskinan
3.      Dapat Memahami Factor-Faktor Penyebab Kemiskinan
4.      Dapat Memahami Kebijakan Anti Kemiskinan







BAB II
PEMBAHASAN
Avi Mutia Soraya
A.    Pengertian Kemiskinan
kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.

B.   Indikator kesenjangan
Ada sejumlah cara untuk mrngukur tingkat kesenjangan dalam distribusi pendapatan yang dibagi ke dalam dua kelompok pendekatan, yakni axiomatic dan stochastic dominance. Yang sering digunakan dalam literatur adalah dari kelompok pendekatan pertama dengan tiga alat ukur, yaitu the generalized entropy (GE), ukuran atkinson, dan koefisien gini. Yang paling sering dipakai adalah koefisien gini. Nilai koefisien gini berada pada selang 0 sampai dengan 1. Bila 0 : kemerataan sempurna (setiap orang mendapat porsi yang sama dari pendapatan) dan bila 1 : ketidakmerataan yang sempurna dalam pembagian pendapatan.
Kurva Lorenz, Kumulatif presentase dari populasi, Yang mempunyai pendapatan Ide dasar dari perhitungan koefisien gini berasal dari kurva lorenz. Semakin tinggi nilai rasio gini, yakni mendekati 1 atau semakin jauh kurva lorenz dari garis 45 derajat tersebut, semakin besar tingkat ketidakmerataan distribusi pendapatan.
Ketimpangan dikatakan sangat tinggi apabilai nilai koefisien gini berkisar antara 0,71-1,0. Ketimpangan tinggi dengan nilai koefisien gini 0,5-0,7. Ketimpangan sedang dengan nilai gini antara 0,36-0,49, dan ketimpangan dikatakan rendah dengan koefisien gini antara 0,2-0,35.
Selain alat ukur diatas, cara pengukuran lainnya yang juga umum digunakan, terutama oleh Bank Dunia adalah dengan cara jumlah penduduk dikelompokkan menjadi tiga group : 40% penduduk dengan pendapatan rendah, 40% penduduk dengan pendapatan menengah, dan 20% penduduk dengan pendapatan tinggi dari jumlah penduduk. Selanjutnya, ketidakmerataan pendapatan diukur berdasarkan pendapatan yang dinikmati oleh 40% penduduk dengan pendapatan rendah. Menurut kriteria Bank Dunia, tingkat ketidakmerataan dalam distribusi pendapatan dinyatakan tinggi, apabila 40% penduduk dari kelompok berpendapatan rendah menerima lebih kecil dari 12% dari jumlah pendapatan. Tingkat ketidakmerataan sedang, apabila kelompok tersebut menerima 12% sampai 17% dari jumlah pendapatan. Sedangkan ketidakmerataan rendah, apabila kelompok tersebut menerima lebih besar dari 17% dari jumlah pendapatan.

C.   Indikator kemiskinan
Untuk mengukur kemiskinan terdapat 3 indikator yang diperkenalkan oleh Foster dkk (1984) yang sering digunakan dalam banyak studi empiris. Pertama, the incidence of proverty : presentase dari populasi yang hidup di dalam keluarga dengan pengeluaran konsumsi perkapita dibawah garis kemiskinan, indeksnya sering disebut rasio H. Kedua, the dept of proverty yang menggambarkan dalamnya kemiskinan disuatu wilayah yang diukur dengan indeks jarak kemiskinan (IJK), atau dikenal dengan sebutan proverty gap index. Indeks ini mengestimasi jarak/perbedaan rata-rata pendapatan orang miskin dari garis kemiskinan sebagai suatu proporsi dari garis tersebut yang dapat dijelaskan dengan formula sebagai berikut :

Pa = (1 / n) ∑i [(z - yi) / z]a

Indeks Pa ini sensitif terhadap distribusi jika a >1. Bagian [(z - yi) / z] adalah perbedaan antara garis kemiskinan (z) dan tingkat pendapatan dari kelompok keluarga miskin (yi) dalam bentuk suatu presentase dari garis kemiskinan. Sedangkan bagian [(z - yi) / z]a adalah presentase eksponen dari besarnya pendapatan yang tekor, dan kalau dijumlahkan dari semua orang miskin dan dibagi dengan jumlah populasi (n) maka menghasilkan indeks Pa.

Ketiga, the severity of property yang diukur dengan indeks keparahan kemiskinan (IKK). Indeks ini pada prinsipnya sama seperti IJK. Namun, selain mengukur jarak yang memisahkan orang miskin dari garis kemiskinan, IKK juga mengukur ketimpangan di antara penduduk miskin atau penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Indeks ini yang juga disebut Distributionally Sensitive Index dapat juga digunakan untuk mengetahui intensitas kemiskinan.

Christy Angelina C.
D.   Macam-macam kemiskinan
Kemiskinan dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut :
Ø  Kemiskinan absolut yaitu mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia.
Ø  Kemiskinan relatif merupakan kondisi masyarakat karena kebijakan pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga menyebabkan ketimpangan distribusi pendapatan. Kemiskinan secara absolut ditentukan berdasarkan ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan pokok minimum.
Ø  Kemiskinan struktural dan kultural merupakan kemiskinan yang disebabkan kondisi struktur dan faktor-faktor adat budaya dari suatu daerah tertentu yang membelenggu seseorang

Resfita Damayanti
E.    Faktor-faktor  penyebab kemiskinan
Setiap permasalahan timbul pasti karna ada faktor yang mengiringinya yang menyebabkan timbulnya sebuah permasalahan, begitu juga dengan masalah kemiskinan yang dihadapi oleh negara indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya kemiskinan menurut Hartomo dan Aziz dalam Dadan Hudyana (2009:28-29) yaitu :
1).   Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki seseorang menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia kerja.

2).   Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja.

3).   Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.

4).   Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan keterampilan.

5).   Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh penghasilan.

6).   Beban Keluarga
Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan pendapatan akan menimbulkan kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin meningkat tuntutan atau beban untuk hidup yang harus dipenuhi.

Suryadiningrat dalam Dadan Hudayana (2009:30), juga mengemukakan bahwa kemiskinan pada hakikatnya disebabkan oleh kurangnya komitmen manusia terhadap norma dan nilai-nilai kebenaran ajaran agama, kejujuran dan keadilan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penganiayaan manusia terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain. Penganiayaan manusia terhadap diri sendiri tercermin dari adanya :
1) keengganan bekerja dan berusaha,
2) kebodohan,
3) motivasi rendah,
4) tidak memiliki rencana jangka panjang,
5) budaya kemiskinan, dan
6) pemahaman keliru terhadap kemiskinan.

Sedangkan penganiayaan terhadap orang lain terlihat dari ketidakmampuan seseorang bekerja dan berusaha akibat :
1) ketidakpedulian orang mampu kepada orang yang memerlukan atau orang tidak mampu dan
2) kebijakan yang tidak memihak kepada orang miskin.

Kartasasmita dalam Rahmawati (2006:4) mengemukakan bahwa, kondisi kemiskinan dapat disebabkan oleh sekurang-kurangnya empat penyebab, diantaranya yaitu :
1.  Rendahnya Taraf Pendidikan
Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan pengembangan diri terbatas dan meyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki. Taraf pendidikan yang rendah juga membatasi kemampuan seseorang untuk mencari dan memanfaatkan peluang.
2.  Rendahnya Derajat Kesehatan
Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir dan prakarsa.
3. Terbatasnya Lapangan Kerja
Selain kondisi kemiskinan dan kesehatan yang rendah, kemiskinan juga diperberat oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Selama ada lapangan kerja atau kegiatan usaha, selama itu pula ada harapan untuk memutuskan lingkaran kemiskinan.

4.  Kondisi Keterisolasian
Banyak penduduk miskin secara ekonomi tidak berdaya karena terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan yang dinikmati masyarakat lainnya.

Nasikun dalam Suryawati (2005:5) menyoroti beberapa sumber dan proses penyebab terjadinya kemiskinan, yaitu :
1)      Pelestarian Proses Kemiskinan
Proses pemiskinan yang dilestarikan, direproduksi melalui pelaksanaan suatu kebijakan diantaranya adalah kebijakan anti kemiskinan, tetapi realitanya justru melestarikan.

2)    Pola Produksi Kolonial
Negara ekskoloni mengalami kemiskinan karena pola produksi kolonial, yaitu petani menjadi marjinal karena tanah yang paling subur dikuasai petani skala besar dan berorientasi ekspor.

3)    Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Adanya unsur manajemen sumber daya alam dan lingkungan, seperti manajemen pertanian yang asal tebang akan menurunkan produktivitas.

4)    Kemiskinan Terjadi Karena Siklus Alam.
Misalnya tinggal di lahan kritis, dimana lahan ini jika turun hujan akan terjadi banjir tetapi jika musim kemarau akan kekurangan air, sehingga tidak memungkinkan produktivitas yang maksimal dan terus-menerus.

5)    Peminggiran Kaum Perempuan
Dalam hal ini perempuan masih dianggap sebagai golongan kelas kedua, sehingga akses dan penghargaan hasil kerja yang diberikan lebih rendah dari laki-laki.

6)    Faktor Budaya dan Etnik
Bekerjanya faktor budaya dan etnik yang memelihara kemiskinan seperti, pola hidup konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.

Rizka Setyawati
F.    Kebijakan Anti kemiskinan
Untuk merumuskan kebijakan dan program-program yang akan dilaksanakan untuk memberantas kemiskinan, dapat menggunakan beberapa teori. Antara lain :
1.      Teori Neo-Liberal
Teori ini mengatakan bahwa kemiskinan merupakan persoalan individu yang bersangkutan. Kemiskinan akan hilang jika pertumbuhan ekonomi dipacu setinggi-tingginya.

2.      Teori Demokrasi Sosial
Teori ini memandang bahwa kemiskinan bukanlah persoalan individu, melainkan struktural. Maksudnya Kemiskinan ini disebabkan oleh adanya ketidak adilan dan ketimpangan dalam masyarakat akibat tersumbatnya akses kelompok kepada sumber-sumber kemasyarakatan.

3.      Teori Marjinal
Teori ini berasumsi bahwa kemiskinan di perkotaan  terjadi dikarenakan adanya ‘kebudayaan kemiskinan’ (culture of poverty)  yang tersosialisasi di kalangan masyarakat atau komunitas tertentu.

4.      Teori Development
muncul dari teori-teori pembangunan terutama  neo liberal. Teori ini mencari akar masalah kemiskinan pada persoalan ekonomi dan masyarakat sebagai satu kesatuan

5.      Teori Struktural
Teori ini berasumsi bahwa kemiskinan dikota-kota Dunia Ketiga terjadi bukan karena persoalan budaya, dan juga bukan bukan persoalan pembangunan ekonomi, melainkan persoalan struktural, yang hanya dapat dijelaskan dalam konstelasi politik-ekonomi Dunia.

6.      Teori Artikulasi Moda Produksi
adalah salah satu teoeri dalam jajaran studi-studi pembangunan yang dikembangkan oleh Pierre-Phillipe Rey, Meillassoux, Terry, dan Taylor,














BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Kemiskinan di Indonesia masih menjadi masalah yang belum bisa di berantas. Kondisi kemiskinan Indonesia semakin parah akibat krisis ekonomi pada tahun 1998. Namun ketika pertumbuhan ekonomi yang sempat menurun akibat krisis dapat teratasi dan dapat dipulihkan, kemiskinan tetap saja sulit untuk ditanggulangi. Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi kemiskinan di indonesia yaitu Pendidikan yang terlampau rendah, malas bekerja, keterbatasan sumber daya, terbatasnya lapangan pekerjaan, keterbatasan modal.

B.   Saran
Untuk mengurangi tingkat kemiskinan, kita dituntut untuk berinovasi dan berwirausaha agar mampu menciptakan lapangan kerja baru dan akan menekan tingkat pengangguran. Serta dapat memberikan pembekalan keterampilan pada masyarakat miskin agar mampu memanfaatkan barang-barang bekas disekitarnya untuk dijadikan produk yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan demikian secara perlahan tingkat kemiskinan di Indonesia dapat diatasi.